Pagi-pagi keesokan harinya, kaum Quraisy mendapati bahwa orang yang pertama kali masuk ke pintu Masjid adalah Nabi Muhammad s.a.w. Maka bersoraklah mereka menyambutnya, karena mereka yakin akan kejujuran pemuda Muhammad. Jadilah Nabi Muhammad s.a.w. sebagai hakim yang memutuskan perkara Hajar al-Aswad itu.
Nabi Muhammad s.a.w. kemudian menggelarkan kain surbannya di atas tanah dan meletakkan Hajar al-Aswad di atasnya. Lalu, kepada masing-maing kepala suku, beliau memerintahkan untuk memegang tiap-tiap ujung kain itu dan mengangkatnya. Sampai diatas, beliau lalu mengangkat batu suci dengan tangannya sendiri, dan meletakkannya di tempatnya semula. Dengan cara itu, seluruh kaum Quraisy merasa puas, dan berseru: “Kami rela atas keputusan yang dibuat oleh orang yang dipercaya ini!”
Sejak itu, Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelar “Al-Amin”, artinya “Yang Dipercaya”.
WAHYU YANG PERTAMA
Pada usia 40 tahun, Muhammad sering bertahanus di Goa Hira. yaitu mendekatkan diri kepada Tuhan. Tepat pada tanggal 1-17 madhan datanglah Malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama. Mula-mula Muhammad ketakutan, tubuhnya gemetar melihat kedatangan Malaikat Jibril. Jibril kemudian merangkulnya, ia makin ketakutan, tubuhnya menggigil. Sesudah dilepas Jibril berkata : bacalah!”
“Aka tidak bisa membaca!”JawabMuhammad
Jawaban itu diulang hingga tiga kali. Akhirnya ia berkata kepada Jibril : “Apa yang kubaca?”
Kemudian Jibril membacakan suratt Al-Alaq dari ayat 1-5., Sesudah itu ia pulang ke rumah dengan tubuh gemetar. la disambut Istrinya Khadijah yang sangat setia dan memperhatikannya ia diselimuti oleh Khadijah dan dihibur degan kata-kata yang menentramkan jiwanya.
lalu Khadijah pergi berkonsultasi dengan anak pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal. Warakah memberitahukan bahwa yang datang kepada Muhammad itu adalah Jibril yang pernah datang kepada Musa. Jadi Muhammad akan diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul.
WAHYU KEDUA
Sesudah wahyu yang pertama selama dua setengah tahun Rasulullah tidak mendapat wahyu lagi. la kuatir akan terputus, maka nenyepi ke goa Hira’ lagi. Ketika la menengadah ke langit tampaklah malaikat Jibril. la ketakutan dan segera pulang ke rumah. Minta kepada Hadijah supaya diselimuti. Dalam keadaan berselimut itu datanglah malikat Jibril menyampaikan wahyu kedua yang artinya:
“ hai orang yang berselimut! Bangunlah dan beri peringatan! Besarkanlah Nama Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu dan jauhilah perbuatan Maksiat, janganlah kamu member karena ingin memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu.” (Al- Muddatstsir: 1-7)
Dengan demikian jelaslah sudah, bahwa Muhammad diperintahkan menyampaikan Risalah-Nya. Yaitu menyembah Allah Yang Maha Esa.
DAKWAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI
Yang pertama kali diajak memeluk Islam adalah keluarganya sendin’dan oran–orang yang dekat dengannya. Pertama yaitu istrinya Hadijah. Kedua Ali bin Abi Thalib, lalu Zaid bin Haritsah. Setelah itu beliau mengajakteman akrabnya yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq.
Dengan berimannya Abu Bakar, maka banyaklah orang-orang yang kemudian mengikutinya. Antra lain: Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah, bin Jarrah, Arqam bin Abil Arqam. Fatimah bin Khattab. Mereka Inilah yang disebut golongan terdahulu yang masuk Islam atau “As Saabiqunal Awwalum”.
Mereka mendapat ajaran dan gemblengan keimanan dari Rasulullah di rumah Arqam bin Abil Arqam.
MENYIARKAN AGAMA SECARA TERANG-TERANGAN
Tiga tahun menyiarkan agama Islam secara sembunyi-sembunyi . kini datanglah perintah untuk berdakwah secara terang-terangan.
Namun sebagaimana nabi-nabi terdahulu, ajakannya ditolak oleh sebagian besar kaumnya. Hanya sedikit yang mula-mula mau mangikuti ajaran Nabi Muhammad.Walau demikian Muhammad tetap sabar dan terus melakukan dakwah dengan bijaksana. Orang-orang kafir makin jengkel. Mereka mendatangi Abu Thalib, dan minta paman Nabi itu untuk menghentikan kegiatan Nabi mengajak manusia kembali kejalan yang benar.
Tetapi apa jawab Nabi: “Demi Allah wahai paman, sekiranya mereka meletakkan matahari di sebelah kananku, dan rembulan ditangan kiriku dengan maksud agar aku tinggalkan pekerjaan ini (mengajak manusia pada agama Allah) sehingga agama ini tersiar (dimuka bumi) atau aku akan binasa karenanya, namun aku tidak akan menghentikan pekerjaan ini.
Mendengar tekad keponakannya yang membaja itu, Abu Thalib berkata: “Pergilah dan katakan apa yang kamu kehendaki, demi Allah tidak akan menyerahkan kamu karena suatu alasan pun selama-lamanya”.
PENGANIAYAAN TERHADAP RASULULLAH DAN PENGIKUTNYA
Melihat Rasulullah masih saja meneruskan dakwanya dan tarus menghina sesembahan mereka berupa patung bodoh yang tak bisa gerak dan berbicara maka orang-orang kafir itu mulai gatal. Terlebih setelah mereka amati makin banyak saja para pengikut Muhammad memeluk agama Islam. Maka mereka mulai menganiaya beliau.
Misalnya, ketika Nabi sedang shalat dan bersujud. di Masjidil Haram, tiba-tiba saja Abu Jahal mengangkat batu besar dan hendak dtimpakan kepada beliau. Tetapi niatnya tak kesampaian karena beliau dilindungi Allah yang mengirim malaikat Jibril. Tubuh Abu Jahal gemeter, ketakutan dan pucat pasi.
Beliau juga pemah dilempari kotoran unta di atas kuduknya. Ketika beliau pulang ke rumah ditaburi debu dan pasir pada mukanya. Yang keterlaluan adalah perbuatan Uqbah bin Abi Muith, ketika beliau shalat masjidil Haram tiba-tiba orang kafir itu menjerat leher beliau dengan selendangnya sehingga beliau tidak berdaya untuk melepaskannya. untunglahlah pada saat itu muncul Abu Bakar. la langsung memotong uqbah dan menghempaskannya dari Rasulullah.
Beberapa pengikut beliau Yang mendapat siksaan dari orang kafir antara lain: Bilal bin Rabah, yaitu seorang budak milik Ummayyah half. Bilal ditelentangkan di atas terik matahari padang pasir, ditubuhnva ditindihkan batu besar. la dipaksa supaya meninggalkan Islam namun is tetap teguh dan imannya bertambah tebal.
Bilal akhimya dibebaskan oleh Abu Bakar yang membelinya dari Umayyah bin Khalf.
Sahabat lain yang disiksa di luar batas perikemanusiaan adalah Amar bin Yasir beserta kedua orang tuanya. Mereka disiksa pada waktu Dhuhur yaitu di saat terik-teriknya matahari memanggang padang pasir. Ketika Nabi lewat beliau menghibur mereka: “Bersabarlah hai keluarga Yasir, yang dijanjikan untuk kalian adalah surga”. Sahabat Habab bin Arats juga di siksa lebih kejam, lagi. la ditusuk-tusuk dengan besi panas pada punggungnya agar mening-galkan Islam, namun ia tetap tabah dan memilih Islam sebagai agamanya.
HIJRAH KE ETHIOPIA
Keganasan kaum kafir makin merajalela. Pengikut Rasulullah dan’ kalangan lemah makin banyak jumlahnya. Melihat penderitaanmereka Rasulullah tak sampal hati, maka Rasul kemudian menyuruh mereka hijrah ke Ethiopia.
Raja Habasah di Ethiopia temyata mau menenma kedatangan mereka dengan senang hati. Mereka mendapat perlindungan yang baik. Rombongan pertama terdiri 10 laki-laki dan 4 orang wanita. Rombongan kedua 100 orang, di antaranya terdapat Usman bin Affan, Zubair bin Awwam dan lain-lain.
Rasulullah tetap berada di Mekkah. Pada waktu itu masuklah pembesar Qurais kedalam Agama Islam yaitu Umar bin Khattab dan Hamzah bin Abdul Muthallib. Dengan masuknya dua orang jenderal perkasa itu pihak Quraisy makin kuatir kedudukannya akan merosot. Sedang pengikut Rasul semakin bertambah banyak.
EMBARGO TERHADAP BANI HASYIM DAN BANI MUTHALIB
Dengan berbagai cara kaum kafir tidak berdaya mematahkan gerakan Islam, maka cara terakhir yang menurut mereka cukup ampuh adalah mengadakan pemboikotan atau embargo terhadap keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib, sebab dua keluarga besar itulah yang senantiasa membela dan melindungi Nabi Muhammad.
Pemboikotan itu ialah dengan jalan memutuskan segala perhubungan, baik hubungan perkawinan, hubungan dagang atau jual beli dan ziarah menziarah.
Dengan adanya embargo tersebut terpaksa Nabi Muhammad dan para pengikutnya menyingkir keluar kota Mekkah. Dua tahun lamanya mereka hidup dalam kekurangan dan kemiskinan. Sebenarnya banyak juga kaum Quraisy yang merasa sedih atas nasib yang menimpa Muhammad dan keluarganya. Diam-diam mereka mengirim bahan makanan dan pakaian pada malam hari. Akhirnya bangkitlah beberapa muka Quraisy untuk menghentikan pemboikotan itu. Mereka merobek-robek isi perjanjlan yang ditempelkan di Ka’bah.
Dengan demikian pulihlah keadaan seperti semula. Rasul dan keluarganya kembali ke kota Mekkah. Akan tetapi nasib para. Pengikut Rasul tidak bertambah baik, kaum kafir makin giat menindas dan menyiksa mereka.
TAHUN DUKA CITA
Hampir sepuluh tahun Islam tumbuh di Mekkah. Baru saja kaum Muslimin terlepas dari pemboikotan.Kini datang lagi cobaan berat dengan meninggalnya Khadijah dan disusul kemudian oleh Abu Thalib. Padahal kedua orang itu adalah tulang punggung pembela Islam.
Khadijah adalah istri setia yang selalu mendampingi Rasul dalam menyebarkan agama Islam. la salah seorang bangsawan Quraisy yang disegani oleh kaumnya.
Demikian juga Abu Thalib, wibawanya dikalangan Quraisy sangat besar. Kini setelah dua orang itu meninggal dunia pihak kafir Quraisy seperti mendapat angin segar. Mereka tak segan-segan lagi mengadakan gangguan terhadap Rasul dan para pengikutnya.
Karena kehilangan dua orang yang sangat dikasihi itu, maka tahunnya dinamakan Tahun Duka Cita.
DAKWAH DI THALIF
Karena masyarakat Mekkah tidak banyak yang mau menerima ajarannya. maka beliau pergi ke Thaif untuk berdakwa kepada orang-orang bani Tsaqif. Beliau menuju tempat para pembesar yang berkuasa di Thaif. Beliau bicara tentang Islam dan mengajak mereka supaya beriman kepada Allah.
Tetapi ajakannya ditolak mentah-mentah dan dijawab dengan kasar sekali. Mereka malah mengusir beliau sambil menghujaninya dengan batu sehigga Zaid bin Haritsah yang ikut dalam misi itu terluka ketika bermaksud melindungi beliau. Beliau sendiri juga mengalami luka-luka akibat hujan batu itu.
ISRA’ DAN MI’RAJ
Setelah gagal mengajak kaum Thaif untuk beriman kepada Allah, maka beliau kembali ke Mekkah. namun cobaan semakin berat. Ancaman dari sana-sini selalu mengintai.
Pada saat demikian terjadilah peristiwa besar di malam hari yang, terkenal dengan sebutan Isra’ dan Mi’raj. Yaitu perjalanan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian dilanjutkan ke Sidraftul Muntaha menembus langit yang tujuh.
Dalam perjalanan itu Rasui melihat berbagai peristiwa yang, dapat dijadikan i’tibar atau cermin teladan bagi umatnya.
Perjalanan itu sendiri adalah untuk memenuhi panggilan Allah. Yaitu untuk menerima kewajiban melaksanakan shalat lima waktu.
Peristiwa ini hanya terjadi pada waktu satu malam, yaitu pada malam 27 Rajab tahun 11 sesudah beliau diangkat menjadi Rasul.
Hikmah yang terkandung dalam Isra’ Mi’raj adalah untuk menambah kekuatan iman dan keyakinan beliau sebagai utusan Allah, yang diutus ke tengah-tengah umat manusia untuk membawa risalah-Nya. Dengan demikian akan bertambahlah kekuatan batin sewaktu menerina cobaan dan musibah serta siksaan dari kaum kafir.
Bagi umat Islam sendiri ini merupakan ujian keimanan mereka. Mereka bisa bertambah yakin akan kebenaran Rasul, atau malah bertambah kafir dan tidak mempercayai Rasul lagi.
ORANG YATSRIB MASUK ISLAM
Pada musim Haji datanglah Kabilah dari kalangan berbagai penjuru Menuju kota Mekkah. Di antara mereka yang datang ada jamaah orang Khazraj dan Yatsrib. Sebagainiana biasa musim haji Rasalullah melaksanakan ibadah haji.
Orang Khazraj sudah sering mendengar Kitab Taurat dari bangsa Yahudi yang menyebutkan bakal adanya Nabi akhir zaman bernama Ahmad atau Muhammad. Karena itu ketika Rasulullah menyarankan dakwahnya mereka langsung menerima dan mengimani.
Setelah mereka pulang ke Madinah mereka menyampaikanhal itu kepada saudara-saudaranya dan kerabatnya. Bahwa Nabi yang dijanjikan itu sekarang sudah datang ke negeri Mekkah.
Demikianlah setiap musim haji datang makin banyak pula orang-orang Yatsrib yang masuk Islam dan bersumpah setia akan membela ,Rasul dan agamanya. Dengan demikian sudah banyak sekali orang-orang Yatsrib yang memeluk agama Islam.
HIJRAH KE YATSRIB (MADINAH)
Mekkah sudah tidak aman lagi bagi Rasulullah dan pengikutnya, sementara orang-orang Yatsrib setiap hari semakin banyak yang masuk islam dan merindukan beliau hadir di tengah-tengah mereka.
Maka Rasulullah memerintahkan para pengikutnya untuk hijrah ke Yatsrib. Berangkatlah para pengikut Nabi, secara diam-diam ke (atsrib, mereka ikhlas meninggalkan harta benda dan rumah-rumah mereka demi memenuhi perintah Rasul. Sedang Rasulullah dan Abu Bakar akan menyusul di belakang hari.
Kabar tentang hijrah itu segera tercium oleh kaum kafir Qurais mereka sepakat untuk membunuh Rasulullah. Namun rencana mereka gagal. Allah melindungi Rasul-Nya. Setelah melalui berbagai rintangan sampailah Rasulullah di desa Quba yaitu sebuah tempat jaraknya 10 Kilometer dari Yatsrib.
Di Quba beliau mendirikan masjid, maka hingga sekarang masjid tersebut dinamakan Masjid Quba. Inilah masjid yang pertama kali di bangun umat Islam.
Setelah empat hari beristirahat di Quba beliau meneruskan perjalanannya ke Yatsrib. Di sana beliau disambut dengan hangat oleh para pengikutnya yang telah lama merindukan kedatangannya.
KEMENANGAN UMAT ISLAM
Ternyata dari Yatsrib Inilah Rasulullah dapat menyusun kekuatan dan membina masyarakat Islam dengan sempunna. Yastrib kemudian diubah namanya menjadi Madinatun Nabawiatau kemudian disebut Madinah.
Di Madinah ini beliau membentuk angkatan perang dan membina strategi perang. Sejarah kemudian mencatat bahwa Muhamad strategi perang. hanya seorang Nabi dan Rasul tapi juga seorang Kepala Negara. ahli tata masyarakat, Panglima Perang yang tangguh dan seorang ayah yang pastas diteladani oleh putra-putrinya.
Sesudah terjadi Perang Badar, perang Uhud dan peperanglainnya. akhirya Mekkah pun jatuh dalam kekuasaan beliau. Dengan jatuhnya Mekkah, maka hampir dekatlah tugas kerasulan beliau.
Sesudah melaksanakan haji wada’, pada tanggal 12 Maulud hari Senin tahun 11 Hijriyah beliau wafat meninggalkan umatnya. Dalam penanggalan Masehi bertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 dalam usia 63 tahun.
Beliau dimakamkan di Madinah. Hingga sekarang makamnya selalu ramai diziarahi umat Islam dari seluruh dunia ketika mereka melaksanakan ibadah haji.
Beliua tidak meninggalkan warisan harta benda. Beliau hanya meninggalkan dua perkara yaitu Al-Qur’an dan As-SUnnah. Siapa pun umatnya jika tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. maka la tidak akin tersesat selama-lamanya.
PENAKLUKKAN KOTA MAKKAH
Setelah Islam menjadi besar di kota Madinah, Rasulullah s.a.w. bersama sahabat-sahabat dan seluruh pengikutnya kembali ke kota Makkah, dan merebut kembali kota itu dari tangan kaum kafir Quraisy. Kedatangan kaum Muslimin di Makkah itu berte0atan dengan tanggal 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah. Ketika itu, turunlah firman Allah SWT kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an:
“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Menerima Tobat”. (S. An-Nashr: 1-3)
Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. bersama para pengikutnya menghancurkan berhala-berhala yang ada di seputar Ka’bah, sebagaimana firman Allah: “Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”. (S. Al-Isra’: 81)
Dua tahun setelah penaklukkan Makkah, Nabi Muhammad s.a.w. beserta kaum Muslimin melaksanakan ibadah haji, yang disebut Haji Wada’ (Haji Perpisahan), karena setelah itu beliau meninggalkan umatnya untuk selama-lamanya. Di dalam kesempatan terakhir itu, Rasulullah s.a.w. mengucapkan pidato yang amat bernilai di hadapan seluruh kaum Muslimin di Padang Arafah. Pada saat itu, turunlah wahyu Allah yang terakhir, yang berbunyi:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kurelakan Islam menjadi agamamu”. (S. Al- Ma’idah: 3)
NABI MUHAMMAD WAFAT
Dengan penuh rasa syukur, Nabi Muhammad s.a.w. mengakhiri tugasnya sebagai seorang Rasul, dengan mengislamkan seluruh penducluk Makkah, Madinah, clan daerah-daerah lain di seputar Jazirah Arabia. Setelah menderita sakit selama beberapa hari, pads tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun ke-11 Hijriyah, beliau berpulang ke rahmatullah dalam usia 63 tahun. Nabi Muhammad s.a.w. dimakamkan di kota Madinah. Sebelumnya, beliau sempat berpesan kepada keluarganya, pars sahabatnya, clan seluruh kaum Muslimin dengan sabdanya yang termasyhur:
Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh kepadanya, niscaya tidak akan tersesat untuk selama-lamanya, yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Rasul-Nya.
sumber:
dakwahsiber. (2012, 28 Desember). Riwayat Hidup Lengkap Nabi Muhammad SAW. Diperoleh 13 Oktober 2018, dari https://dakwahsiber.wordpress.com/2012/12/28/riwayat-hidup-lengkap-nabi-muhammad-saw/
sumber:
dakwahsiber. (2012, 28 Desember). Riwayat Hidup Lengkap Nabi Muhammad SAW. Diperoleh 13 Oktober 2018, dari https://dakwahsiber.wordpress.com/2012/12/28/riwayat-hidup-lengkap-nabi-muhammad-saw/
