Minggu, 03 Februari 2019

KEPEMUDAAN

KEPEMUDAAN

               Setiap masyarakat dalam kehidupan tentu mengalami perubahan, tidak terkecuali masyarakat di pedesaan yang cenderung masih bersifat tradisional. Jika terjadinya perubahan sebagai akibat penyesuaian diri dari anggota suatu masyarakat secara penuh kesadaran, maka di sebut social change, cultural change, sosiocultural adaptation and adjustmen. Menurut Astrid S. (melalui Kurnadi S, 2007: 9) perubahan sosial tersebut ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung lambat sesuai dengan kuat lemahnya faktor-faktor  penyebab dan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.
               Dewasa ini kebanyakan masyarakat desa justru memerlukan bantuan untuk memungkinkan mereka mengadakan penyesuaian kepada perkembangan yang berlangsung di sekelilingnya. Masyarakat desa masih hidup mematuhi tradisi, adat istiadat turun temurun dan banyak diantaranya tidak maju untuk ukuran modern. Hal ini dapat dikarenakan letak daerah yang jauh dari jangkauan dunia luar untuk dipengaruhi.
               Munculnya generasi baru atau kelompok umur pemuda sangat erat hubungannya dengan perubahan sosial. Pemuda memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan dalam struktur masyarakat. Pemuda cenderung dikatakan  sebagai generasi penerus bangsa sehingga harus mempunyai karakteristik atau kepribadian yang luhur. Oleh karena itu, dibutuhkan lembaga-lembaga atau wadah untuk menampung aspirasi pemuda dalam mengembangkan kreatifitas yang dimiliki. Generasi muda diberi kesempatan mencoba berbaur dalam kegiatan kemasyarakatan serta merancang dan membangun masyarakat pedesaan.

Organisasi Kepemudaan di Masyarakat
               Organisasi kepemudaan adalah lembaga nonformal yang tumbuh dan eksis dalam masyarakat antara lain ikatan remaja masjid, kelompok pemuda (karang taruna) dan sebagainya (Warastuti, 2006). Pengertian lain menyatakan Organisasi kepemudaan adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. Organisasi kepemudaan diorientasikan untuk menjadi organisasi pelayanan kemanusiaan penyelenggara usaha kesejahteran sosial yang memiliki pendekatan dan standar pada pendekatan pekerja sosial yang memadai.
               Saat ini mulai muncul organisasi kepemudaan ditingkat desa/kelurahan, diantaranya karang taruna. Pembinaan generasi muda di karang taruna, terutama dimaksudkan untuk menghindarkan generasi muda dari masalah-masalah sosial (Sumantoro, 1992: 194). Potensi generasi muda tidak hanya dilihat dari jumlahnya semata, akan tetapi juga karena sifat-sifatnya. Sifat yang dinamis, kreatif, bergairah, berwawasan masa depan merupakan potensi yang perlu dibina dan dikembangkan agar menjadi kekuatan yang dapat menggerakkan pembangunan masyarakat.
               Organisasi kepemudaan tidak melupakan tanggung jawab bahwa mereka harus produktif secara ekonomi untuk mendukung kehidupannya. Kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan umumnya bertujuan untuk membuka peluang kerja bagi anggotanya, sehingga kegiatan tersebut menjadi awal terbukanya kesempatan bekerja yang lebih luas untuk masyarakat di sekelilingnya. Selain itu organisasi kepemudaan dituntut untuk melayani dan memotivasi masyarakat di desa/ kelurahan untuk menjadi warga belajar agar dapat berkembang guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupan mereka. Organisasi kepemudaan sebagai perintis dan penggerak pembangunan di desa/ kelurahan dapat membentuk dirinya sebagai pendamping.
               Salah satu bentuk ekonomi produktif yang dapat dijalankan pemuda adalah program kelompok usaha bersama. Program ini dijalankan secara berkelompok antara pemuda dengan masyarakat yang beranggotakan 10-20 orang per kelompok. Beberapa jenis kegiatan yang dapat dilakukan organisasi kepemudaan diantaranya produksi (kerajinan, olahan pangan, alat perabotan), Perdagangan (hasil bumi, barang-barang konsumen), Jasa (perbengkelan, sablon, salon), Simpan pinjam (kelompok usaha, koperasi, arisan), peternakan (peternakan unggas, ikan, hewa peliharaan), pertanian (tanaman pangan, palawija, tanaman hias, pembibitan). Dalam kegiatan tersebut perlu adanya perencanaan yang baik serta dukungan dari masyarakat dan pemerintah agar kegiatan tersebut terlaksana dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Inovasi SI dan New Technology

UNIVERSITAS GUNADARMA TUGAS INOVASI SI DAN NEW TECHNOLOGY Nama   M Arif Budiman                                                    ...